Author : Megga Chen –> @KeyLovesMegga
Rating : PG
Genre : Romance
Main Cast : Lee YooRim (You) , Kim KiBum(Key) , Krystal, Kim JongHyun
Other Cast: Lee Aeri (Lee YooRim’s step sister) , SHINee’s members, F(x) members
Part 5
—–Key’s POV—–
Dia memalingkan muka dan pergi. Akupun mengejarnya. Apa dia marah? Mengapa dia cepat sekali tersinggung? Cewek aneh. Tidak butuh waktu lama untuk mengejarnya. Karena memang dia tidak berlari, hanya berjalan pergi dengan lambat.
“Hey..”
‘Hey..! Kau kenapa? Apa kau marah karna aku menertawaimu?” “…” “Ya! Aku sedang berbicara, setidaknya bisakah kau melihatku?” Aku memang kesal jika orang yang aku ajak bicara tidak melihatku. Tapi mungkin ada pengecualian untuknya. Tiba-tiba dia berhenti.
“Kenapa kau membantuku? Kenapa kau turun dari panggung?” tanyanya singkat tetap tanpa menatapku.
Aku bingung bagaimana aku harus menjawab pertanyaan ini karena bahkan aku sendiri tidak mengerti kenapa aku turun dari panggung tadi.
“Karena kasihan? Haha, jangan bantu aku lagi. Berhentilah bersikap seolah aku ini adalah ‘seseorang’ bagimu. Aku hanyalah sampah dan tidak ada seorangpun yang ingin bergaul dengan sampah sepertiku. Kau akan membuatku semakin tersiksa….” ucapnya pelan. Kata-katanya begitu menyedihkan. Apa yang telah terjadi padanya sehingga dia mengucapkan kata sampah untuk dirinya sendiri? Dia pun berjalan pergi, namun terhenti dilangkah berikutnya.
“Dan satu lagi, aku bukan fansmu ataupun SHINee!”ucapnya kali ini dengan cukup jelas dan keras. Dia berteriak.
Ya, benar juga. Bagaimana mungkin aku bisa berpikir kalau dia fansku. Bahkan tadi subuh dia bersikap biasa dan kali ini bersikap kasar. Ini bukan perilaku seorang fans terhadap idolanya. Ya sudahlah, siapapun dia. Dia itu aneh tapi… aneh yang mempunyai sifat magnetis..hmm
—–YooRim’s POV—–
Kibum.. Apa dia akan mengejarku? Oh, tentu saja tidak. Mengapa dia harus mengejarku? Mengapa aku berharap dia mengejarku. Babo. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari gedung itu yang masih lumayan ramai. Begitu keluar dari pintu samping, terlihat masih banyak orang yang memegang spanduk dan stick yg bercahaya. Berfoto-foto, bersenda gurau, mereka terlihat sangat… bahagia.
Aku berjalan sambil menunduk berharap tidak ada yang mengenaliku. Setidaknya hari ini aku telah menjadi selebriti di arena konser ini. Tiba-tiba terlintas di pikiranku tentang bagaimana aku akan pulang? Aku tidak membawa dompet dan uang. Eonni pasti sudah meninggalkanku. Tidak diragukan lagi. Aku tidak mungkin meminta seseorang dari sekian banyak orang dihadapanku ini untuk mengantarku pulang. Bagaimana ini? Jarak antara tempat ini dan rumah kan jauh. Aishhh.
Handphone! ya, benar! Seruku dalam hati mengingat handphoneku yang ada di tas. Tas? Omonaa~ aku meninggalkannya di ruangan itu. Kenapa nasibku malang sekali hari ini? Ishh, gara-gara bertemu dengannya.
Akupun dengan setengah berlari masuk kembali ke dalam dan ke ruangan rest room SHINee. Begitu sampai di depan pintu, aku mendengar beberapa orang sedang berbicara dan tertawa. Aku tidak ingin bertemu dengannya dan berinisiatif masuk, ambil tas, dan lari secepat kilat. Perlahan kubuka pintu dan melihat-lihat di sekeliling ruangan mencari tas. Setelah menemukan target segera aku berlari masuk dan mengambil tasku. Gerakanku secepat ninja yang kebelet pipis tapi aku tetap merasakan pandangan aneh dari beberapa orang tadi.
Hufff, aku berlari menuju koridor dan duduk di salah satu kursi, mengambil hp dan… apa lagi yang harus kulakukan? Menelepon eonni, tamatlah aku. Siapa yang akan aku telepon untuk meminta bantuan. Aku menundukkan kepalaku karna tiba-tiba aku merasa lemas memikirkan cara pulang. Apa aku harus menginap di sini?
“Hmmmm….” Aku melihat ke arah suara itu dan merasakan hembusan nafas seorang lelaki dengan kulit yang putih bersih dan licin. Nafasnya begitu segar sehingga aku tidak berniat sedikitpun memalingkan wajahku. Tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku dan dengan terpaksa mengalihkan wajahku dan melihat ke layar hp.
“Apa kau butuh bantuan, nona?” tanyanya dengan nada yang dibuat-buat. Sok lucu sekali dia ckck.
Aku tidak memperdulikannya dan langsung bangkit berdiri untuk menghindar darinya. Dia sangat menggangu. Akupun berjalan menelusuri koridor sambil memikirkan apa yang harus kulakukan untuk kembali ke rumah. 5 menit kemudian aku telah berada di depan lift dan menekan tombol di sampingnya. Yang ada dipikiranku hanyalah cara untuk kembali ke rumah sampai aku menyadari bahwa anak itu mengikutiku dan ikut masuk ke dalam lift.
Pintu lift tertutup dan entah mengapa aku merasa sangat pengap. Dia hanya diam berdiri di belakangku dan satu-satunya yang bisa aku dengar darinya hanyalah hembusan nafasnya yang begitu lembut dan menenangkan. Aku begitu terperangahnya sampai bunyi lift telah sampai ke lantai dasar menyadarkanku. Segera aku keluar dengan sedikit berlari dan berjalan dengan super cepat.
Ku hentikan lambaian tanganku yang mencoba mencari taxi karna otakku mengingatkanku kalau aku tidak ada uang. Eotteokeh? Dia masih berada di belakangku tanpa bersuara sedikitpun. Anak ini sedikit keras kepala, bagaimana kalau media meliputnya karna dia tidak berusaha menutupi identitasnya sedikitpun sekarang.
Aku melihat jalanan gelap yang ramai kemudian berjalan pelan ke arah rumahku. Apa daya, aku tidak bisa melakukan apapun selain pulang dengan berjalan kaki.
“Nona, kau mau kemana?” Aku trus melangkah tanpa memperdulikannya. “Hey hey hey! Ini sudah malam dan rumahmu masih jauh dari sini! Apa kau berani pulang sendiri?” Dia berkata sambil berjalan di sampingku. Sedikit tidak percaya bahwa aku akan berjalan kaki pulang ke rumah.
—–Key’s POV—-
Anak ini sepertinya memang akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki. cihh sudah malam begini, memangnya dia tidak peduli akan keselamatannya apa. Beberapa meter aku mengikutinya, sebuah taxi akan melintas dan kulambaikan tanganku. Kutarik tangan kirinya dan membukakan pintu taxi untuknya.
“Naiklah.”
“…..”"Aku.. tidak punya uang untuk membayar taxi.”
“Aku yang akan membayarnya.”"Pak tolong antarkan dia ke Jalan Beokjeong No 78.” Kemudian akupun mengeluarkan uang yang secara kebetulan sedang kupegang dan membayarnya ke supir taxi. Ku tarik sedikit tangannya dan kudorong dia agar naik ke taxi. Dasar anak keras kepala.
“Pulang dan tidurlah dengan baik.”tukasku dengan sedikit tersenyum kemudian menutup pintu taxi.
—–Keesokan harinya—–
“Hyung!!! Hyunggg!!!!” Aish apa-apaan Taemin berteriak sepagi ini. Ini baru jam tujuh pagi dan aku baru bisa tidur semalam gara-gara memikirkannya. Tiba-tiba aku merasa sedikit aneh. Aku tidak kepikiran tentang Krystal tapi malah memikirkannya.
Taemin masuk ke kamarku dan sedikit mengguncan-guncangkan tubuhku yang ada di bawah selimut. Kemudian dia menyerocos tentang hal yang ditontonnya tadi pagi, taxi, perempuan atau apalah itu. Sedikit terengah-engah sambil mengambil nafas, akhirnya dia berkata dengan pelan namun tegas.
“Hyung, ada scandalmu dengan perempuan semalam di televisi. Media sekarang sedang mencari tau apa hubunganmu dengannya. Yaaa… Bangunlahhh!”
Mataku yang sulit kubuka, tiba-tiba terbuka lebar dengan sendirinyaaaaaaaaa. “Mwooyaaaaaaaaa?!” Mati aku.
Recent Comment