Home

Something Makes You Different (Part 5)

Leave a comment

Author : Megga Chen –> @KeyLovesMegga

Rating : PG

Genre : Romance

Main Cast : Lee YooRim (You) , Kim KiBum(Key) , Krystal, Kim JongHyun

Other Cast: Lee Aeri (Lee YooRim’s step sister) , SHINee’s members, F(x) members

Part 5

—–Key’s POV—–

Dia memalingkan muka dan pergi. Akupun mengejarnya. Apa dia marah? Mengapa dia cepat sekali tersinggung? Cewek aneh. Tidak butuh waktu lama untuk mengejarnya. Karena memang dia tidak berlari, hanya berjalan pergi dengan lambat.

“Hey..”

‘Hey..! Kau kenapa? Apa kau marah karna aku menertawaimu?” “…” “Ya! Aku sedang berbicara, setidaknya bisakah kau melihatku?” Aku memang kesal jika orang yang aku ajak bicara tidak melihatku. Tapi mungkin ada pengecualian untuknya. Tiba-tiba dia berhenti.

“Kenapa kau membantuku? Kenapa kau turun dari panggung?” tanyanya singkat tetap tanpa menatapku.

Aku bingung bagaimana aku harus menjawab pertanyaan ini karena bahkan aku sendiri tidak mengerti kenapa aku turun dari panggung tadi.

“Karena kasihan? Haha, jangan bantu aku lagi. Berhentilah bersikap seolah aku ini adalah ‘seseorang’ bagimu. Aku hanyalah sampah dan tidak ada seorangpun yang ingin bergaul dengan sampah sepertiku. Kau akan membuatku semakin tersiksa….” ucapnya pelan. Kata-katanya begitu menyedihkan. Apa yang telah terjadi padanya sehingga dia mengucapkan kata sampah untuk dirinya sendiri? Dia pun berjalan pergi, namun terhenti dilangkah berikutnya.

“Dan satu lagi, aku bukan fansmu ataupun SHINee!”ucapnya kali ini dengan cukup jelas dan keras. Dia berteriak.

Ya, benar juga. Bagaimana mungkin aku bisa berpikir kalau dia fansku. Bahkan tadi subuh dia bersikap biasa dan kali ini bersikap kasar. Ini bukan perilaku seorang fans terhadap idolanya. Ya sudahlah, siapapun dia. Dia itu aneh tapi… aneh yang mempunyai sifat magnetis..hmm

—–YooRim’s POV—–

Kibum.. Apa dia akan mengejarku? Oh, tentu saja tidak. Mengapa dia harus mengejarku? Mengapa aku berharap dia mengejarku. Babo. Akhirnya aku memutuskan untuk keluar dari gedung itu yang masih lumayan ramai. Begitu keluar dari pintu samping, terlihat masih banyak orang yang memegang spanduk dan stick yg bercahaya. Berfoto-foto, bersenda gurau, mereka terlihat sangat… bahagia.

Aku berjalan sambil menunduk berharap tidak ada yang mengenaliku. Setidaknya hari ini aku telah menjadi selebriti di arena konser ini. Tiba-tiba terlintas di pikiranku tentang bagaimana aku akan pulang? Aku tidak membawa dompet dan uang. Eonni pasti sudah meninggalkanku. Tidak diragukan lagi. Aku tidak mungkin meminta seseorang dari sekian banyak orang dihadapanku ini untuk mengantarku pulang. Bagaimana ini? Jarak antara tempat ini dan rumah kan jauh. Aishhh.

Handphone! ya, benar! Seruku dalam hati mengingat handphoneku yang ada di tas. Tas? Omonaa~ aku meninggalkannya di ruangan itu. Kenapa nasibku malang sekali hari ini? Ishh, gara-gara bertemu dengannya.

Akupun dengan setengah berlari masuk kembali ke dalam dan ke ruangan rest room SHINee. Begitu sampai di depan pintu, aku mendengar beberapa orang sedang berbicara dan tertawa. Aku tidak ingin bertemu dengannya dan berinisiatif   masuk, ambil tas, dan lari secepat kilat. Perlahan kubuka pintu dan melihat-lihat di sekeliling ruangan mencari tas. Setelah menemukan target segera aku berlari masuk dan mengambil tasku. Gerakanku secepat ninja yang kebelet pipis tapi aku tetap merasakan pandangan aneh dari beberapa orang tadi.

Hufff, aku berlari menuju koridor dan duduk di salah satu kursi, mengambil hp dan… apa lagi yang harus kulakukan? Menelepon eonni, tamatlah aku. Siapa yang akan aku telepon untuk meminta bantuan. Aku menundukkan kepalaku karna tiba-tiba aku merasa lemas memikirkan cara pulang. Apa aku harus menginap di sini?

“Hmmmm….” Aku melihat ke arah suara itu dan merasakan hembusan nafas seorang lelaki dengan kulit yang putih bersih dan licin. Nafasnya begitu segar sehingga aku tidak berniat sedikitpun memalingkan wajahku. Tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku dan dengan terpaksa mengalihkan wajahku dan melihat ke layar hp.

“Apa kau butuh bantuan, nona?” tanyanya dengan nada yang dibuat-buat. Sok lucu sekali dia ckck.

Aku tidak memperdulikannya dan langsung bangkit berdiri untuk menghindar darinya. Dia sangat menggangu. Akupun berjalan menelusuri koridor sambil memikirkan apa yang harus kulakukan untuk kembali ke rumah. 5 menit kemudian aku telah berada di depan lift dan menekan tombol di sampingnya. Yang ada dipikiranku hanyalah cara untuk kembali ke rumah sampai aku menyadari bahwa anak itu mengikutiku dan ikut masuk ke dalam lift.

Pintu lift tertutup dan entah mengapa aku merasa sangat pengap. Dia hanya diam berdiri di belakangku dan satu-satunya yang bisa aku dengar darinya hanyalah hembusan nafasnya yang begitu lembut dan menenangkan. Aku begitu terperangahnya sampai bunyi lift telah sampai ke lantai dasar menyadarkanku. Segera aku keluar dengan sedikit berlari dan berjalan dengan super cepat.

Ku hentikan lambaian tanganku yang mencoba mencari taxi karna otakku mengingatkanku kalau aku tidak ada uang. Eotteokeh? Dia masih berada di belakangku tanpa bersuara sedikitpun. Anak ini sedikit keras kepala, bagaimana kalau media meliputnya karna dia tidak berusaha menutupi identitasnya sedikitpun sekarang.

Aku melihat jalanan gelap yang ramai kemudian berjalan pelan ke arah rumahku. Apa daya, aku tidak bisa melakukan apapun selain pulang dengan berjalan kaki.

“Nona, kau mau kemana?” Aku trus melangkah tanpa memperdulikannya. “Hey hey hey! Ini sudah malam dan rumahmu masih jauh dari sini! Apa kau berani pulang sendiri?” Dia berkata sambil berjalan di sampingku. Sedikit tidak percaya bahwa aku akan berjalan kaki pulang ke rumah.

 

—–Key’s POV—-

Anak ini sepertinya memang akan pulang ke rumah dengan berjalan kaki. cihh sudah malam begini, memangnya dia tidak peduli akan keselamatannya apa. Beberapa meter aku mengikutinya, sebuah taxi akan melintas dan kulambaikan tanganku. Kutarik tangan kirinya dan membukakan pintu taxi untuknya.

“Naiklah.”

“…..”"Aku.. tidak punya uang untuk membayar taxi.”

“Aku yang akan membayarnya.”"Pak tolong antarkan dia ke Jalan Beokjeong No 78.” Kemudian akupun mengeluarkan uang yang secara kebetulan sedang kupegang dan membayarnya ke supir taxi. Ku tarik sedikit tangannya dan kudorong dia agar naik ke taxi. Dasar anak keras kepala.

“Pulang dan tidurlah dengan baik.”tukasku dengan sedikit tersenyum kemudian menutup pintu taxi.

 

—–Keesokan harinya—–

“Hyung!!! Hyunggg!!!!” Aish apa-apaan Taemin berteriak sepagi ini. Ini baru jam tujuh pagi dan aku baru bisa tidur semalam gara-gara memikirkannya. Tiba-tiba aku merasa sedikit aneh. Aku tidak kepikiran tentang Krystal tapi malah memikirkannya.

Taemin masuk ke kamarku dan sedikit mengguncan-guncangkan tubuhku yang ada di bawah selimut. Kemudian dia menyerocos tentang hal yang ditontonnya tadi pagi, taxi, perempuan atau apalah itu. Sedikit terengah-engah sambil mengambil nafas, akhirnya dia berkata dengan pelan namun tegas.

“Hyung, ada scandalmu dengan perempuan semalam di televisi. Media sekarang sedang mencari tau apa hubunganmu dengannya. Yaaa… Bangunlahhh!”

Mataku yang sulit kubuka, tiba-tiba terbuka lebar dengan sendirinyaaaaaaaaa. “Mwooyaaaaaaaaa?!” Mati aku.

Accidentally in Love (part 2)

Leave a comment

Cast: 

Byun Baekhyun a.k.a Byun Baekhyun EXO

Lee YooSeo a.k.a yourself

Kim MyungSoo (L) a.k.a L Infinite

Other cast nanti dateng deh hahaha

CHAPTER II 

AUTHOR’s POV

Baekhyun memegang lengan kiri Yooseo dengan tangan kirinya dan mengalungkan tangan kanan yooseo ke pundak kanannya. Memang agak berlebihan, tapi entah mengapa Baekhyun hanya merasa dia harus melakukan ini. Atau mungkin karena dia merasa nyaman dengan kehadiran perempuan yang menurutnya rapuh dan harus dilindunginya itu….

Mereka berjalan perhalan dikoridor sampai akhirnya Yooseo menghentikan langkahnya di depan sebuah rest room dengan tanda “Infinite” di pintunya. Yooseo merasa hatinya memanas kemudian mengalihkan pandangannya yang sudah kabur karena air mata di pelupuk matanya. 

Baekhyun mengalihkan pandangannya ke arah Yooseo dan seperti ingin mencari tau apa yang telah terjadi. Dia merasa telah terjadi sesuatu antara perempuan ini dengan salah satu personil Infinite ataupun managernya mungkin. 

Mereka pun sampai ke luar gedung dan melintasi halaman gedung KBS.

“Gomawoyo.” Ucap Yooseo pelan. Baekhyun terlihat sedikit tertegun dan kemudian berkata “Ne.” 

Suasana di antara mereka berdua terlihat sangat canggung tapi mereka sendiri merasa sangat nyaman satu antara yang lain. 

“Kalau boleh tau, apa yang kau lakukan di sini? Kau menggunakan seragam panitia tapi tidak seorangpun panitia yang mengenali anda tadi.” “Aku tadi mengira kau adalah anggota panitia, jadi ketika kau tidur aku memanggil mereka untuk membantu.” Lanjutnya setelah menyadari pandangan ingin tau dari Yooseo.

 

Baekhyun’s POV

Kenapa dia terlihat terkejut? Kualihkan pandangan ke arah jalan dan melambai-lambaikan tanganku ketika kulihat sebuah taxi akan melintasi kami. Taxi itu berhenti dan kubuka pintu penumpang. Kemudian secara perlahan membantunya masuk ke taxi. Sedikit ketidakrelaan terbesit di otakku. Aku merasa tidak rela melepaskannya dari pelukanku tanpa mengetahui apapun tentangnya.

“Maaf, siapa namamu?” Tanyaku sebelum menutup pintu. Aku merasa tidak ingin kehilangan kontak dengannya. Meskipun aku mengetahui namanya saja, aku rasa akan membuatku cukup puas.

“Joneun Lee Yooseo-imnida.” Ucapnya pelan tanpa melihat ke arahku sedikitpun. Menarik.

“Nama yang indah…”

“Ye?” dia melihat ke arahku dan bertanya keheranan.

“Aniyo.” Ucapku dengan senyum canggung. “Hati-hati di jalan. Dan jangan lupa untuk memberi obat dilukamu.” Kemudian kututup pintu dan memandang taxi itu samapi hilang dari pandanganku. Sambil tersenyum. Hyaaa. Apa yang kulakukan. Orang-orang bisa mengganggapku gila. Tapi ini benar-benar sore hari yang indah.

 

Yooseo’s POV

Dia begitu perhatian. Sosok yang sangat kuharapkan dari idolaku, Myungsoo. Tapi itu menjadi sangat mustahil, mengingat apa yang telah dia lakukan padaku. 

Semua kenangan tentang menghadiri konser dan setiap perform Infinite melintas di kepalaku. Aku membeli semua album dan rela pergi ke Jepang untuk menonton mereka. Tak satu kalipun aku melewatkan perform mereka. Semua ini kulakukan karena aku tergila-gila padanya.

Mataku kembali terasa panas dan menitikkan air mataku, mengingat aku membujuk orang tuaku untuk membeli album dan segala merchadise. Orang tuaku memang tidak keberatan karena aku anak tunggal mereka. Kamipun termasuk orang yang berkecukupan. Tapi aku merasa seperti anak bodoh pembangkang yang telah membuat ibuku menangis malam itu. Ketika dia menasihatiku dan aku membentaknya dengan kata-kata yang tidak pantas kulontarkan. Aku merasa sangat berdosa dan tidak berguna.

Setelah sampai di rumah ayah dan ibuku, aku langsung masuk ke kamar. Tidak ada yang menyambutku. Ibu sibuk dengan usaha bajunya di Dongdaemun. Saking lancarnya usaha itu dia kerap pulang jam 8, bahkan pernah pulang jam 11 malam.

Kualihkan pandanganku ke sekeliling kamarku. Begitu banyak barang yang berbau Myungsoo dan itu membuat hatiku perih bercampur geram. Aku tidak menyangka dia melakukan itu. Aku muak melihat berbagai poster dan merchandisenya bertebaran di kamarku. 

Ku robek semua poster di dinding kamarku secara membabi buta. Lututku lemas dan akhirnya aku duduk tak berdaya sambil terisak dalam tangisku. Aku sudah membuat pilihan yang salah dengan menjadikannya idolaku. Dia tidak punya hati dan tidak pantas menerima segala bentuk apresiasi apapun dari fans.

Mulai detik ini, aku akan hidup tanpamu! MYUNGSOO! Kau ingatlah, kau telah kehilangan satu fansmu dan aku merasa menyesal pernah mengenalmu. Kau makhluk terburuk yang pernah kutemui!!! Ingin rasanya aku berteriak tapi aku tidak sanggup.

Ku bersihkan kamarku dari poster-poster dan merchandise. Kubuang semua kenangan tentang dia yang akan membuat aku semakin membencinya. Setidaknya ini bisa membuatku menghilangkan rasa ingin membunuhnya yang ada di dalam diriku. Ku akan hidup damai tanpamu, brengsek.

 

2 weeks later————

Baekhyun’s POV

Aku tidak pernah melihat Yooseo lagi. Tidak melihat wajah dan tidak menyentuhnya membuatku merasa seperti orang gila. Seharusnya aku meminta nomor hp ataupun alamatnya. Bodohnya aku merasa bahwa mengetahui namanya saja sudah cukup. Aishh, aku mengacak-acak rambutku yang sudah tertata rapi untuk perform.

“YA! Apa-apa kau?! Ingin mati he? Kau tidak tau berapa lama aku mengerjakan rambutmu? Kreasiku kau hancurkan dalam 2 detik. Ckckck.” Noona stylist YiJung mengomeliku dan kembali menata rambutku.

“Mianhaeyo Noona. Jangan marah. Yah yah yah?” Ucapku sambil memandangnya dengan puppy eyes dan senyum andalanku.

“Ye, tuan muda. Sepertinya kau akhir-akhir ini terlihat sangat aneh. Sering melamun. Apa ada yang mengganggumu?”

“Aniyo. Aku hanya… merasa sangat kosong.” Jelasku sambil menghela nafas kemudian menunduk lemah.

“Anak muda, fokuslah pada karirmu. Jangan memikirkan perempuan terus. Jangan sampai karirmu hancur gara-gara perempuan. Araseo?”

Aku melotot ke arahnya dan seperti mengetahui pertanyaanku dia menunjuk ke arah Sehun dengan dagunya.

“Aishhh, anak itu sungguh tidak bisa menyimpan rahasia. Yaa, Oh SeHun! Kau mengatakannya pada siapa saja?” teriakku pada Sehun yang hanya berjarak 2 meter dariku. Dia sedang berkaca dan memasang-masang aegyo. Anak aneh.

“Yijung noona yang memaksaku memberitahunya. Tidak taukah kau bahwa mereka melihat gelagatmu yang aneh sejak kehadiran wanita itu?.” Ucapnya santai. Kemudian dia duduk di kursi sebelahku. “Hei, kemarin aku melihatnya di jalan. Dari seragamnya sepertinya dia siswi Gookjong Senior High School.” Ucapnya dengan sedikit berbisik.

“Ya, kenapa tidak katakan padaku sejak dulu?  Aku sudah seperti ayam mati dan kau tidak memberitahuku selama ini. Haisshh.” Kataku sebal namun sangat berterima kasih padanya.

“Besok aku harus menemuinya.”

 

——-To be continued—–

Pendek ya kali ini? Maaf banget ya :( aku bingung kalau dilanjutin ntar kepanjangan sih hahaha. Kepalang tanggung :p

Makasih ya buat readers. Mohon kritik dan sarannya. Boleh mention ke @Megga1D ^^

Gomawoyooooo~~~

Accidentally in Love!

Leave a comment

ACCIDENTALLY IN LOVE

Cast: 

Byun Baekhyun a.k.a Byun Baekhyun EXO

Lee YooSeo a.k.a yourself

Kim MyungSoo (L) a.k.a L Infinite

Other cast nanti dateng deh hahaha

CHAPTER I

 Yoo Seo’s POV

 

“Brakkk!” 

Pintu itu terbuka! Siapa itu? Tamatlah riwayatku! Apa yang harus kulakukan sekarang? Eotteokeh? Eomma Appa!!!

 “Ya! Apa yang kau lakukan di sana?”

 AAAA, bagaimana ini?! Aku serasa mau mati saja. Jangan buka mata jangan buka mata. Pura-pura pingsan lebih baik.

 “Hey! Apa kau tidak dengar? Kenapa seperti anak kucing ketakutan begitu? Sepertinya kau harus mengambil kelas akting.”

 Apa maksudnya menyamakan aku dengan makhluk busuk itu. Sejelek itukah akting pingsanku. Aishhh, apa boleh buat. Sudah tertangkap basah. Satu-satunya jalan tinggal cari alasan supaya bisa keluar dari sini tanpa dicurigai. Akupun membuka mataku dan menatap ke arah suara itu.

“…”

“…”

 “MYUNGSOO!!!” Aku tidak bisa berkata apa-apa selain menyebut namanya! Aku benar-benar tidak menyangka bahwa dia yang membuka pintu. Apakah ini kesempatanku?

“Siapa kau?” Dia terdiam sesaat. “Oh ya, aku tau. Lagi-lagi sasaeng . Apa kalian tidak tau bahwa kelakuan kalian itu seperti binatang? Tidak mengerti privasi orang lain?! Ya, lakukanlah sesuatu yang lebih baik dari menguntit seseorang. Agar kelak kalian bisa menjadi orang yang berguna. Kalau kalian seperti ini, aku malu punya fans seperti kalian. Cih!”

 Apa yang barusan dia katakan? Aku yakin aku salah mendengar. Aku menatap matanya mencari-cari sorot mata seorang idola kepada fansnya. Hatiku berharap aku salah mendengar. Tapi… Kenapa dia menatapku seperti aku orang yang menderita penyakit kusta? Myungsoo-ya? Apakah kau Myungsoo yang aku tau? Apa kau Myungsoo yang menangis di panggung kemarin. Apa kau Myungsoo yang mengucapkan banyak terima kasih pada fansmu? Myungsoo, kaukah itu? 

 “Aishhh, kalian benar-benar merepotkan.” Dia berjalan kearahku. Menarik lengan kananku dan menyeretku seperti seseorang dengan nafsu membunuh yang kuat. Kasar. Kasar sekali. Aku membiarkan dia menyeretku. Kata-katanya tadi telah menonaktifkan seluruh tubuhku. 

 “Bruakk!” “Aaa… Aw…sss. Sakit.”

 “Tanyakan kepada dirimu kenapa aku menyeret dan mendorongmu. Lain kali jangan pernah datang lagi! Hidupku akan sangat indah tanpa kalian. Ara?” katanya dengan gaya cool seperti biasanya.

 Aku hanya tertunduk. Memikirkan bahwa seharusnya ini bisa menjadi kesempatan berharga bagiku. Tapi kenapa aku malah ditendang seperti kucing olehnya? Kenapa dia bertindak begitu kasar pada fansnya? 

 Aku merasakan mataku panas dan air mengalir dari kedua pelupuk mataku. Pengorbananku sia-sia. Semuanya sia-sia. Uangku untuk menyuap penjaga backstage dan membeli baju staff. Buku diary dengan cover dirinya dan aku yang sengaja kudesain dan kupesan khusus untuk kuberikan padanya. Gantungan kunci dengan kata “I love you,L” yang berada dikotak yang sama dengan diary itu. Segala luka lecet di kakiku sekarang karna didorong olehnya. Darah, darah ini percuma. Sia-sia.

 Aku menangis sejadi-jadinya mengingat apa yang telah dia lakukan dan semua perkataan. Apa sekotor itu kami dihadapanmu, Myungsoo? Aku tidak memperdulikan apapun lagi. Masa bodoh siapa yang melewatiku dan melihat aku seakan aku adalah orang paling aneh. Pandangan itu tidak seberapa dengan luka dihatiku.  Masa bodoh dengan luka dan lebam di kaki dan tanganku. Perih sekali….

Baekhyun’s POV 

“Hyung, aku mau pergi ke toilet dulu sebelum naik panggung.” Aku sudah sangat kebelet karna minum banyak air. Apa daya, aku merasa sangat nervous. Hari ini adalah hari dimana kami naik ke panggung sebesar ini untuk pertama kalinya. Hari dimana kami melakukan debut stage kami. Hari yang telah kami tunggu-tunggu.

Segera aku berlari keluar ruangan dan belok ke sebelah kanan.  Nah, itu toiletnya. Akupun masuk. Puluhan detik kemudian aku mendengar suara. Seperti suara barang jatuh. Tapi barang ini pasti sangat besar sehingga bisa membuat dinding sebelah pintu toilet berbunyi begitu keras. Ahhh, apa peduliku. Aku harus secepatnya kembali ke rest room.

Rambutku sedikit tidak rapi. Ckck. Bagaimana bisa YiJung noona membuat rambut indahku menjadi seperti ini. Jelek. Aishhh. Aku mencuci tangan dan sedikit membetulkan rambut sampai tiba-tiba aku mendengar isak tangis dari luar toilet. 

“Siapa yang menangis? Apakah hantu? Hiiii…”Kataku pada diriku sendiri. Sedikit panaroid memang. Aku berlari menuju pintu toilet dan berniat segera kembali ke rest room. DEG… Siapa perempuan ini? Kenapa dia terduduk di koridor sambil menangis tersedu-sedu.

“Hey, agashi. Apa yang kau lakukan di sini?” Tanyaku sopan agar tidak merusak imageku. Padahal aku sudah terkejut setengah mati olehnya.

“huksss… hhhh…”

Dia hanya menangis. Tidak memperdulikan pertanyaanku kemudian mencoba berdiri dengan memegang dinding. Tubuhnya tidak seimbang tapi untungnya aku berhasil menangkapya sebelum dia jatuh. Matanya terlihat merah.

Wajahnya kacau dengan air mata di kedua belah pipinya. Tetapi matanya indah sekali. Bulu mata yang lentik menghiasi kelopak mata dan irisnya yang berwarna coklat. Air mata semakin membut matanya terlihat bening dan indah tanpa make-up. Kulihat kakinya yang lecet dan tangannya yang lebam membuatku teringat dengan suara yang kudengar di toilet tadi. Tapi apa yang terjadi?

 “Agashi, kau…. Ayo, bisakah kau berdiri? Aku akan membawamu ke ruangan panitia.” Tanyaku mengingat dia perlu diobati. Tapi dia hanya menggelengkan kepalanya pelan dan tetap setia dengan isakan tangisnya.

Aku tidak bisa membiarkannya di sini tapi aku juga harus segera kembali ke rest roomku. Aku menimbang-nimbang dan akhirnya memutuskan untuk menggendongnya dengan cara bridal dan membawanya ke rest room kami. Dia harus diobati. Hanya itu yang ada dipikiranku.

 Yoo Seo’s POV 

 Dia…. Apa yang dia lakukan? Dia meraih punggung dan tengkuk kakiku kemudian mengangkatku dengan gaya bridal. Harusnya aku meminta dia menurunkanku. Tapi aku merasa tenang di pelukan tubuhnya yang sangat hangat dan nyaman. Dia tidak begitu berisi, malah dikategorikan kurus. Bagaimana tubuhnya bisa sehangat dan senyaman ini? Hmmm….

#——#


“Agashi, apa kau sudah sadar?”  

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Mataku terasa sangat panas. Samar-samar kulihat wajah seorang lelaki. Diakah yang menggendongku tadi? Lelaki dengan tubuh hangat itu? Aku menurunkan kakiku dari sofa, berniat untuk duduk dan menegakkan tubuhku.”Aww!” Perih sekali. Kemudian aku mengedarkan pandangan di sepanjang kakiku dan menemukan luka yang merah.

“Aku bermaksud mengobatinya selesai perform.” Kata lelaki itu. Wajahnya seperti tidak asing bagiku. Sepertinya dia salah satu member EKO, EMO. Apalah itu.

“Hyung, siapa dia?” seorang lekaki bertanya. Dia seperti seumuran denganku. Bibirnya tipis dan hidungnya mancung.

“Ohh, Sehunnie. Dia perempuan yang tadi aku ceritakan. Yang lainnya mana?.” Sepertinya tadi mereka membicarakanku di belakangku. Apa-apaan itu. Ckck.

Lelaki yang berbibir tipis itu tersenyum dan ber oh-oh ria kemudian memanyunkan bibirnya ke arah luar ruangan. Mungkin bermaksud memberitahu di mana ‘yang lainnya’ berada. Kemudian keluar ruangan. Sekarang aku hanya berduaan dengan lelaki ini.

“Aku ingin pulang.” Kucoba gerakkan kakiku dan menahan perih untuk berdiri. Tapi pandanganku memudar dan kepalaku terasa sangat pusing dan itu membuatku terduduk kembali.

“Agashi, hati-hati. Duduklah dulu, aku akan mengobati lukamu.” Katanya lembut sambil membantuku duduk.

Lelaki itu membuka kotak P3K yang mungkin telah diambilnya sebelum datang ke sini. Kemudian dengan menggunakan kapas, dia menyeka sedikit darah di lututku kemudian mengambil sehelai kapas lagi. Aku meringis kesakitan ketika dia mulai mengoleskan alkohol ke lukaku yang tidak terlalu parah itu.

“Maaf.” Sesalnya sambil melihatku kemudian kembali fokus mengoleskan alkohol dan tangan kirinya sekarang memegang bagian lututku yang tidak terluka. Mungkin karena dari tadi kakiku tidak bisa diam saking perihnya.

 Sedetik setelah telapak tangannya menyentuh kakiku, hangat tubuhnya yang tadi seperti menjalar kembali ke tubuhku. Sedikit demi sedikit aku melupakan perih di lukaku akibat alkohol dan mataku memilih fokus ke wajah lelaki itu. Sangat enak dilihat. Sadar aku memerhatikannya, dia menatapku dan tersenyum.

“Jangan memandangku seperti itu. Nanti kau bisa terpesona denganku.” Ucapnya sambil cengengesan.  Kualihkan pandanganku ke lukaku agar dia tidak salah sangka. Padahal aku hanya merasa dia enak dilihat.

Aku merasa sedikit kecewa ketika dia menjauhkan tangannya dariku pertanda selesai mengobatiku. Tapi hatiku merasa hangat kembali ketika dia menatapku dengan senyumnya yang mengalihkan dunia luar.

“Tadahhhh~~~ sudah selesai. Apa kau bisa berdiri agashi? Sebentar lagi encore, studio akan ditutup dan kami harus pulang. Bisakah kau pulang sendiri nanti? Ahhh, jangan. Sebaiknya aku memanggil taxi untuk mengantarmu pulang.”

———To be continued———

PS: maaf kalau kurang memuaskan. Baru dibuat sejam yang lalu. Mohon kritik dan sarannya ya supaya aku bisa introspeksi diri. Chapter II sudah hampir selesai dan akan dipublish besok jam segini juga :) Terima kasih buat yang sudah baca FF jelek ini. Mohon dukungannya ya ^^

 

Ohya, buat yang FF Something Makes You Different akan segera dilanjutkan #MALU#

 Gomawoyo yoreobeon!!! ^^

SHINee’s Replay Japanese Version (Japanese+Romaji+translation)

Leave a comment

皆が羨む完璧な

Minna ga urayamu kanpeki na

special lady special lady Perfect special lady that everyone envies

誰よりもきっと幸せと

dare yori mo kitto shiawase to

is surely the happiest than anyone

世界のどこにも変わりはいないよ

sekai no doko ni mo kawari wa inai yo

It doesn’t have the change anywhere in this world.

君は僕にだけのeverything 〜

kimi wa boku ni dake no everything ~

you are my everything to me ~

優しすぎたからか幼いからか

yasashi sugita kara ka osanai kara ka

Is it because I’m too kind or too young

君のその態度がすべて語る

kimi no sono taidou ga subete kataru

you’re attitude talks about everything

and I think I’m gonna hate it girl

きっと長くない気づいてるけど向き合えない

kitto nagakunai kizuiteru kedo muki aenai

though I noticed it cannot be opposite and surely long

何をしても (僕の心は)

nani wo shi te mo (boku no kokoro wa)

no matter what I do ( my heart )

もう (届かないのか)

mou (todokanai no ka)

already (does not reach it)

Replay Replay Replay

ずっと (僕の心を)

zutto (boku no kokoro wo)

for a long time (my heart is)

もっと (痛めつけるよ)

motto (itame tsukeruyo)

more (it beats up)

Replay Replay Replay

So you’re my MVP

毎日が満たされて

mainichi ga mita sarete

everyday is filled

君といるとfeel so good

kimi to iru to feel so good

It feel so good when I’m with you

もうこの手を離さないそういったけど

mou kono te wo hana sanai sou itta kedo

I told you to not separate your hand any longer

いつからだろう

itsu kara darou

it might be from when

もう同じように (思わないんだ)

mou onaji you ni (omo wanainda)

I don’t think the same way

優しすぎたからか幼いからか

yasashi sugita kara ka osanai kara ka

Is it because I’m too kind or too young

その空気感で全て分かった〜

sono kuuki kan de subete wakatta ~

I understand from what I felt from the air ~

and i think I’m gonna hate it girl

きっと長くない

kitto nagaku nai

It is not surely long

でもまた君を探してる

demo mata kimi wo saga shi te ru ~

but I’m still searching for you ~

Replay Replay Replay

何をしても (この心は)

nani wo shi te mo (kono kokoro wa)

no matter what I do ( this heart )

届かないのか

todokanai no ka

does not reach it

Replay Replay Replay

I love you girl

今もずっと

ima mo zutto

for a long time

もっと

motto

more

replay replay replay

I love you girl

何をしても

nani wo shi te mo

no matter what I do

you let me girl….

keep thinking about you, you let me girl

you don’t know what is love

 

cr: SHINee’s Almighty Key on facebook

Something Makes You Different(Part 4)

5 Comments

Author : Megga Chen –> @KeyLovesMegga

Rating : PG

Genre : Romance

Main Cast : Lee YooRim (You) , Kim KiBum(Key) , Krystal, Kim JongHyun

Other Cast: Lee Aeri (Lee YooRim’s step sister) , SHINee’s members, F(x) members

Part 4

—–Key’s POV—–

Gedung ini bergemuruh ketika kami mulai menyanyikan lagu pembuka kami, Replay. Hff, aku sangat tidak bersemangat dan tidak mood tapi bagaimanapun aku harus tersenyum. Aku harus melupakan semuanya untuk sesaat demi fans yang sudah setia pada kami. Mengubur dalam-dalam perasaan sakit hati meskipun nantinya akan bangkit dari kuburnya lagi. Akhirnya aku menampilkan senyumku yang paling menawan, maskipun dipaksakan.

Selesai kami menampilkan lagu Replay, kami berbicara sejenak dengan fans. Maksudnya mungkin mengucapkan sepatah dua patah kata bagi mereka dan kesediaan mereka untuk datang. Aku melihat ke aras fans mulai dari kiri ke arah kanan. Wajah mereka dihiasi senyum sumringah. Aku begitu bahagia memiliki fans seperti mereka yang selalu mendukung kami apapun yang terjadi. Dan aku berjanji dalam hati untuk melakukan yang terbaik selamanya bagi mereka. Sangat egois bila aku mengacau di konser hari ini hanya karena alasan pribadi.

Tiba-tiba pandanganku tertuju pada seorang perempuan yang tidak memegang lightstick. Meski bangku penonton tidak terlalu jelas tapi aku dapat melihat wajahnya dengan sangat jelas karena jarak tempat duduknya dan panggung yang tidak terlalu jauh. Yoorim! Untuk apa dia datang ke sini? Apa dia … fansku? Fans SHINee? Tanpa diperintah oleh otakku, bibirku menyunggingkan senyum kearahnya. Aku tidak tau mengapa aku begitu senang melihatnya kemari. Rasanya semua masalahku hilang.

Selama beberapa detik aku terus menatapnya sambil tersenyum sampai fans meneriaki kami(SHINee), ohh tidak mereka meneriaki ku. Karena hanya aku satu-satunya member yang belum berjalan ke backstage, dan onew memegangi bahuku serta merta meneriaki namaku sambil tertawa. Akupun membungkukkan badanku ke arah penonton dan pergi dengan malu-malu.

—–Yoorim’s POV—–

“AAAAA!!!! Apa kalian melihatnya? Dia melihat ke arahku dan tersenyum! Bahkan mungkin kecantikanku telah meracuninya sehingga dia terbengong melihatku selama itu!!!!! Kyaaaaa~” eonniku meneriakkan hal yang tidak benar dan membuat telingaku seolah akan tuli.

Apa-apaan dia?! Untuk apa melihatku dan tersenyum seperti itu? Aku bukan fansmu! Dan lupakanlah bahwa aku pernah mengenalmu. Aku benci berada disini, di keramaian ini. Yang dengan begitu bodohnya menghabiskan waktu dan suara mereka untuk artis-artis bodoh itu.. Aku selalu benci melihat penyanyi, artis, komedian, drama, ataupun reality show! Semua itu hanya membuat bayangan ayah muncul dan membuat dadaku sesak. Mengapa Kibum haruslah seorang penyanyi? Padahal ini pertama kalinya aku merasakan yang namanya jatuh cinta! Mengapa harus kepada Kibum?!

##sekitar 50 menit kemudian##

“Yoorim-ah. Belikan aku pocari sweat.”eonni berkata tidak dengan berteriak! wow! ini mukjizat! Akupun terbengong sesaat memikirkan dirinya yang menjadi lembut saat ini.

“Ya! Kenapa kau menatapku seperti itu? Belikan sana!” teriaknya. Hff, ternyata memang cuman lembut sesaat.

Akupun berjalan melewati orang-orang sederet tempat dudukku sambil bingung memikirkan eonni yg menyuruhnya membeli pocari sweat meskipun sudah ada air mineral yang kami bawa dari rumah. Dia memang benar-benar membenciku dan selalu mengerjaiku. Segera aku beli pocari sweat setelah sampai di sebuah pos yang memang menjual berbagai minuman di luar gedung. Kemudian masuk secepatnya ke gedung sebelum eonni murka lagi.

Sekitar 1o menit aku sampai ke tempat duduk kami, lalu menjulurkan tanganku padanya dengan maksud memberikan kaleng tersebut. “Bukakan untukku.” perintah eonni yang matanya sedang tertuju pada group itu. Ternyata mereka sudah mulai tampil lagi. Bahkan mungkin aku suda melewatkan beberapa lagu. Eh, untuk apa aku perduli! Aku kemudian membukakan tutup kaleng itu, dan menyodorkannya pada eonni. Namun sialnya eonni yang masih melihat perform group tersebut dengan sorak sorainya itu tidak memegang erat kalengnya dan akhirnya jatuh. Air Pocari Sweat itupun membasahi rok mini dan pahanya. Dia melihat tajam ke arahku. Matanya seolah berapi dan mukanya memerah. Aku sangat takut bila ia sudah menjadi seperti ini.

“YA! BODOH! APA KAU TIDAK BISA MENGERJAKAN SESUATU DENGAN BAIK? KENAPA KAU SELALU MEMBUATKU REPOT? AKU BENAR-BENAR MUAK DENGANMU! RASAKAN INIIIII!” Dia berteriak dan aku hanya bisa tertunduk! Tiba-tiba dia mendorongku ke lantai, berdiri dan menyiramku dengan sisa air di kaleng pocari sweat yg jatuh itu. Aku merasakan air segar di kepalaku, pocari sweat yang di siramnya ke kepalaku menetes ke bajuku dan hot pants ku. Aku merasakan pandangan orang-orang di sekitar kami. Pandangan iba seperti yang aku rasakan selama ini setiap eonni melakukan hal buruk padaku. Dadaku sesak dan tanpa sepengetahuanku, air mataku menetes satu persatu. Semakin deras.

Ku dengar suara penonton ber-wow ria dan berteriak seakan aku telah meninggal di tempat. Kemudian aku merasakan ada tangan yang memegangi lenganku dan membantuku berdiri. Perlahan aku melihat ke arah sosok itu. Sosok yang sudah baik hati menolongku di saat aku menjadi bahan ejekan dan media pelampiasan amarah eonniku. Dia! Untuk apa dia disini? Bukankah seharusnya dia ada diatas panggung? Aku menatap matanya sesaat. Terlihat perasaan iba dari sorot matanya. Aku benci jika ada yang menatapku iba.

“Hey, kau tidak seharusnya memperlakukan seseorang seperti ini. Apa dia melakukan hal yang sangat buruk sehingga kau mempermalukannya di depan orang banyak seperti ini?”Kibum menatap tajam eonni yang tidak bisa berkata apa-apa karna saking terkejutnya melihat Kibum membantuku.

“Keyyyy… Kenapa kau membantunya? Kau seharusnya berada di panggung. Apa hubunganmu dengannya?” kata eonniku dengan suara yang sengaja dilembut-lembutkan.

—–Kibum’s POV—–

Aku membantunya berdiri dan membantunya untuk berjalan. Kubawa dia ke back stage. Aku tidak mengerti mengapa aku meninggalkan panggung dan malah menolong gadis ini yang baru aku kenal tadi subuh. Aku sudah tidak peduli terhadap fans yg menatapku heran dan managerku yang siap-siap memenggal kepalaku. Gadis ini pasti sangat sedih dan malu. Dia hanya menunduk, rambutnya basah begitupun kaos putihnya dan hot pantsnya. Samar-samar aku mendengar bagianku di lagu Hello di nyanyikan oleh onew hyung, mereka tetap tampil! Dan aku merasa sangat bersalah.

Setelah kami sampai di ruang ganti, aku mendudukkannya di sofa hitam. Kemudian aku berjongkok di depannya, mencoba melihat wajahnya. Dia menangis! Aku merasa hatiku ikut sakit melihatnya menangis. “Yoorim, jangan menangis.. Kau harus sabar. Sebaiknya kau mandi, di ujung lorong ada kamar mandi yang biasa digunakan. Kau juga tidak usah memikirkan soal baju. Kami membawa banyak baju. Aku bisa meminjamkan mu. Yah, itu juga kalau kau mau.”

Dia terdiam, tetap menunduk dan tidak menjawab pertanyaanku bahkan tidak menggubrisku. Aku memandanginya sabar, aku tau dia pasti sangat malu saat ini. Beberapa detik kemudian ia menatapku dan mengangguk. Aku tersenyum, dan berjalan ke tasku, mengeluarkan kaos yang rencananya akan aku gunakan pulang nanti. Kemudian aku berjalan ke arahnya, mengulurkan tanganku dan membawanya keluar ruangan menuju kamar mandi yang sudah tersedia berbagai peralatan mandi dan handuk. Karena kru kami sudah meletakkan nya disana, supaya kami bisa mandi ketika kami perlu. Aku kembali ke ruangan, sambil menunggu manajer ku yang akan memarahiku habis-habisan.

Tidak lama, kira-kira 15 menit kemudian member lain masuk ke ruangan. “Ya, Kibum! Kenapa kau tiba-tiba turun dan membantu gadis itu? Apa kau kenal dengannya?”Onew hyung langsung menanyakan hal itu padaku.

“Kau bisa dimarahi habis-habisan sama si Jinwoo hyung. Aish, syukur tadi Onew hyung mengambil partmu dengan sangat baik. Apa perempuan itu sebegitu spesialnya sampai kau membantunya? Sepertinya aku belum pernah melihatnya.”cerocos jonghyun hyung.

“Aku kenal dia tadi subuh, dia bukan siapa-siapaku.”jawabku santai lalu melihat ke arah pintu yang terbuka. Yoorim telah selesai mandi dan memakai kaos ku beserta hot pantsnya yang tidak terlalu terkena air pocari. Aku tertawa melihatnya mengenakan kaosku yang berwarna pink dan kedodoran di badannya serta rambutnya yang basah kemudian berhenti langsung karena semua orang menatapku heran. Memang aku sendiri yang menganggapnya lucu. Yoorim membuang muka dan berjalan pergi menjauhi pintu. Apa yang aku lakukan? Tidak seharusnya aku menertawainya saat semua yang dia butuhkan adalah seseorang untuk menghiburnya…

~~~~~To be continued~~~~~

Hahaha, gimana ? bagus gak? comment yah! ^^ thanks udah mau baca :D part 5 segera selesai deh soalnya author lagi suka banget nulis. Maksudnya lagi ada inspirasi gitu :p okay bye~ see ya readers

Announcement

Leave a comment

Please, for those who already read my fanfiction. Comment it. It’s easy to sign up. Or if you want, you can just mention me @KeyLovesMegga and tell me ur opinion about my FF.  Sorry for forcing you, but I need ur opinion so I can improve my writing skill and be better on the next post. Thank you for ur understanding.

XOXO-KeyMegga :D

Something Makes You Different(Part 3)

4 Comments

Author : Megga Chen –> @KeyLovesMegga

Rating : PG

Genre : Romance

Main Cast : Lee YooRim (You) , Kim KiBum(Key) , Krystal, Kim JongHyun

Other Cast: Lee Aeri (Lee YooRim’s step sister) , SHINee’s members, F(x) members

Part 3

 

—–Key’s POV—–

Hoammm, aku memaksakan diriku untuk bangun dari tidurku meski aku baru tidur 2 jam! Yah, aku tidak bisa tidur dan akhirnya terlelap jam 4 subuh tadi. Bayang-bayang di Coffee Shop tadi subuh benar-benar mengganggu hingga akhirnya aku memutuskan untuk meminum obat tidur yang biasa kami minum jika kami harus tidur dimanapun dan kapanpun ada kesempatan. Seperti di atas pesawat, haha. Karena biasanya kami sangat tidak bisa diam apalagi tidur jika sudah bersama. Selalu saja kami menghabiskan waktu di dalam pesawat untuk melakukan hal bodoh seperti menvideokan kami yang sedang berbuat konyol…

Hmmm, hal tersebut mengingatkanku pada dia yang ada di Coffee Shop semalam. Tidak.. Aku tidak boleh terus memikirkan ini meski hatiku sesak setiap kali mengingat atau melihat wajahnya. Seperti tadi subuh ketika dia kembali ke dorm… Lupakanlah.. Aku berjalan dengan sempoyongan ke wc. Melakukan aktivitas pagiku. Menggosok gigi, mencuci muka, melakukan selca. hahaha lupakan yang terakhir, itu hanya kenarsisanku..

Kemudian aku berjalan keluar kamar, mencoba melihat siapakah yang sudah bangun. Biasanya jonghyun hyung selalu membangunkanku tiap pagi. Tapi kali ini tidak, aku tau pasti mengapa dia masih tertidur. Akhirnya aku memutuskan untuk membuat sarapan meski sepertinya masih terlalu pagi. Aku sudah sangat lapar karena menggendong si cewek itu, ehmm namanya yoorim kalau gak salah.

“Hyung, kau sudah bangun?”taemin mengejutkanku.

“Iya, tumben sekali kau cepat bangun? Apa mimpi buruk? Atau mimpi basah? hahahhaa…”ucapku meledeknya sambil mengoleskan selai strawberry ke roti tawarku.

“Ya! Hyung, kau pagi-pagi sudah ngajak berantem yah..”katanya sambil menyipitkan matanya sebal. Aku hanya tertawa. Dia sangat lucu meskipun baru bangun tidur. Makanya aku sangat suka padanya. Tentu dalam arti lain.

“Hyung, ayo kita bangunkan yang lainnya. Kan kita harus konser jam 5 sore nanti! Jangan sampai kita ‘dibunuh’ sama Jinwoo hyung. Kau bangunin Minho saja yah. Aku bangunin Jonghyun sama Onew hyung. Aku tidak mampu membangunkan Minho hyung… hahaha.” katanya seraya meninggalkan dapur.

Syukur dia menyuruhku membangunkan Minho, bukan Jonghyun hyung. Hmm.. Akupun segera meninggalkan roti tawarku setelah beberapa gigitan dan berjalan menuju kamar Minho dan Onew. Ini Minho sepertinya benar-benar tidak akan bangun. Bahkan setelah aku menendang tubuhnya sampai jatuh dari kasur. Ckck, butuh tenaga ekstra untuk membangunkannya.

—–Yoorim’s POV—–

Ahh, aku tidak bisa tidur semalam karna memikirkan pria itu. Mengapa bayangannya terus ada di dalam otakku? Mengapa aku terus memikirkannya? Bahkan tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian dramatis tadi subuh. Apa aku jatuh cinta? Ahh, tidak mungkin! Tapi aku selalu deg-degan setiap mengingat wajahnya dan namany. Kibum.\

“Yaa! Yoorim!!!!!! YOORIIIMMMM!!!!!! Aish anak ini kemana sih?! Apa dia tidak punya telinga?! YOOOOOORRRRRRIMMMMM!!!”

Akupun tersadar dari lamunanku dan berlari dengan cepat menuju arah suara itu. Eonni pasti sangat marah karna aku terlambat menghadapnya.

“YA! Kau ini benar-benar membuatku emosi! Bagaimana? Kau sudah siap?! Ambilkan tas ku diatas kemudian kita berangkat. Ohya, jangan lupa itu barang-barang aksesoris untuk konser. Kau tidak usah membawa tas mu, nanti kau hanya akan merepotkanku dengan barang itu.”omelnya.

Aku segera pergi ke lantai atas untuk mengambil tasnya, kemudian segera turun dan membawa semua barang-barang itu ke depan rumah. Mobil sudah dipanaskan. Aku segera duduk di kursi kemudi sebab eonni akan sangat marah bila dia yang harus mengemudikan mobil ini. Hal ini sudah berjalan selama 4 tahun sejak aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas kelas 1. Aku bahkan sudah dicap sebagai supir eonniku oleh teman-teman sekolah dan tetanggaku. Tidak, kata teman tidak tepat karena aku sama sekali tidak mempunyai dan tidak mengerti apa arti kata teman.

“Heh, apa kau sudah membawa air mineral?” tanya eonni seraya masuk ke dalam mobil.

“Belum eonni, kau tidak menyuruh..” “Bodoh, meski aku tidak menyuruhpun. Kau seharusnya sudah punya inisiatif untuk mengambilnya. Apa kau bodoh? Ohya, jelas saja kau bodoh. Kau bahkan tidak mempunyai teman dan membuang kesempatan untuk tinggal di Malaysia. Aku sangat muak padamu. Seharusnya kau pergi saja ke Malaysia agar tidak mengganggu aku dan eomma.”katanya kemudian ia mendorong kepalaku dengan sangat kuat sampai kepalaku terluka karena terkena bagian samping mobil.

Aku tidak menitikkan sedikit air matapun, ini masih belum apa-apa. Dia perna mengucapkan kata dan melakukan perbuatan yang lebih parah dari ini. Aku segera keluar dari mobil menuju rumah dan mengambil botol air mineral di dapur, kemudian tidak lupa mengunci pintu. Untung eonni tidak menyadari bahwa dia lupa mengunci pintu, kalau tidak dia bisa sangat marah meskipun dia yang lupa menguncinya.

—–Key’s POV—–

Aku memandangi pantulan cermin di ruang ganti kami. Sebentar lagi konser kami akan dimulai. Tapi Krystal dan Jonghyun hyung masih berbicara dengan sangat akrab, lebih akrab daripada aku dengan salah satu dari mereka. Hmm, aku menghela nafas dan berjalan keluar ruangan. Dan aku merasakan ada seseorang yang mengikutiku keluar.

“Kibum oppa!”Krystal memanggilku begitu dia sudah keluar ruangan. Aku memandangnya sebentar kemudian berjalan lagi.

“Hey! Apa kau marah padaku? Mengapa kau menjauhiku? Mengapa kau tidak datang kemarin?”tanyanya bertubi-tubi sambil menyamai langkahku.

“Aku hanya tidak mau mengganggumu.”jawabku sesingkat mungkin.

“Menggangu apa? Aku menunggumu 1 jam dan kau tidak datang!”katanya dengan nada suara yang semakin tinggi.

“Apa yang ingin kau katakan padaku sudah aku lihat tadi subuh. Jadi sepertinya aku tidak perlu lagi menghampirimu. APA KAU SUDAH PUAS SEKARANG?!”bentakku.

Dia terdiam dan matanya yang bulat sudah mulai berkaca-kaca. Aku tidak mampu melihatnya lagi dan memutuskan untuk berlari ke WC meninggalkannya dan kru-kru yang keheranan melihat kami. Beberapa diantaranya menghampiri Krystal yang sedang terisak. Namun aku tidak akan perduli!

—–Author’s POV—–

Bangku penonton sudah penuh sesak, dan terlihat dua orang perempuan yang melewati bangku-bangku belakang untuk mencari bangku-bangku yang terletak lebih dekat dengan panggung walaupun sudah tau kalau kemungkinannya kecil karena sudah banyak yang memadati bangku depan. Seorang yang mengenakan kaos pink biasa dan rok mini putih dengan hanya memegang handphone berjalan di depannya. Di belakangnya seorang perempuan yang sedang sangat kerepotan membawa tas dan kantong-kantong yang berisi segala macam barang mengenakan baju putih polos dan hot pants biru. Terlihat sangat sederhana.

—–Yoorim’s POV—–

“Selain bodoh ternyata kau juga lelet seperti siput ya! Bahkan siput saja lebih pintar daripada kau. cepat ke sini atau kau akan duduk di lantai.” kata eonni seraya duduk di bangku penonton yang jaraknya lumayan dekat dengan panggung. Beruntung sekali kami mendapatkan kursi di sini.

Konser sudah dimulai, semua penonton telah duduk rapi dan menyalakan light stick mereka. Wahh, di sebelahku ternyata bukan orang korea! Itu bule! Dan yang dibelakangku juga bule! Di samping eonni orang Indonesia sepertinya. Kenapa mereka bela-belain datang hanya demi menonton konser artis bodoh ini? Cuih.

Kemudian terlihat 5 orang pria dengan rambut pirang, hitam,merah dan baju yang sangat modis. Kulihat satu persatu mukanya, HAHA apa mereka hanya menjual tampang? Mereka benar-benar tidak bagus. Ucapku sok dalam hati meskipun mereka belum tampil. Hatiku sangat sesak melihat mereka dan panggung ini. Tungguuu! Orang yang berdiri di ujung kiri itu…. KIBUM! Apa yang dia lakukan disana? Apa dia ARTIS?!  Aku merasa seperti nafasku berhenti dan jantungku berhenti memompakan darah keseluruh tubuhku! Tapi bagaimana bisa?!

~~~~~The End of Part 3~~~~~

Hahaha gila banget nih author gaje, karena lagi ada inspirasi, kalian bisa segera nunggu part 4 nya yah :D lagi admin nulis nih. wkwk soalnya gak enak nih part ini kurang seru kayaknya. Tapi author udah berhenti nulis soalnya takut kepanjangan. hihihi. Selamat membaca dan jangan lupa KOMEN yah ^^ Don’t be a silent readers :)

Something Makes You Different(Part 2)

5 Comments

Genre : Romance

Main Cast : Lee YooRim (You) , Kim KiBum(Key) , Krystal, Kim JongHyun

Other Cast: Lee Aeri (Lee YooRim’s step sister) , SHINee’s members, F(x) members

PART 2

—–Key’s POV—–

Dia ini berat sekali. Tulangku serasa mau patah, aish. Andaikan aku sekekar Minho atau Jonghyun hyung pasti aku akan mampu mengendong dia dengan entengnya. Hey! Kenapa dia tidak bersuara? Apakah dia tertidur? Aku merasakan hembusan hangat di sekitar leherku. Geli sekali. Aku melihat ke arah hembusan nafas itu. Terlihat wajahnya yang sangat kelelahan, apa perlu sekali lagi kukatakan bahwa dia cantik?

Aku terus berjalan lurus, tadi dia mengatakan kalau rumahnya sudah dekat dan tinggal berjalan lurus. Tapi yang mana rumahnya? “Hey, bangun. Rumahmu yang mana? Aku tidak bisa mengantarkanmu kalau tidak mengetahui rumahmu.” Aku menunggu jawaban tapi tak kunjung datang.

“Hey, bangun!” ucapku seraya menepuk-nepuk pipinya yang mulus dan pucat itu. Kenapa dengan dirinya? Aku mencoba menurunkannya pelan-pelan di sebuah kursi yang terletak di sekitar taman. Ku panggil-panggil namanya sesekali menepuk pipinya. Sepertinya dia pingsan! Apa yang harus kulakukan? Aku bahkan tidak tau rumahnya dimana. Aku tidak bisa meninggalkannya di sini. Pikiranku kacau karna baru kusadari kalau aku ada janji dengan …. Krystal! Aish, bagaimana ini?

Nafas buatan, yah aku harus memberikannya nafas buatan! Hanya ini yg terlintas dibenakku. Ku dekatkan wajahku ke wajahnya, aku bisa melihatnya dengan sangat dekat. Ku pegangi pipinya agar bibirnya sedikit terbuka. Terasa hembusan nafasnya, semakin dekat dan dekat. Kurasakan bibirku menyentuh bibirnya dan mencoba memberikan udara yang merupakan alasanku menciumnya. Setelah beberapa kali mengambil nafas dan memberikannya pada perempuan itu, aku menyudahinya. Kenapa dia belum bangun juga?  Kupandangi wajahnya yang terlelap dalam pingsannya (?).  Aku sempat berpikir untuk membawanya ke rumah sakit, sebelum beberapa saat kemudian kelopak matanya terbuka. Dia sudah sadar!

—–YooRIm’s POV—–

Pelan-pelan kubuka mataku. Tampak sesosok laki-laki dengan raut muka yang cemas. Ahh dia laki-laki yang tadi menolongku dan menggendongku. Kupaksakan diriku untuk bangkit dan duduk dengan bantuan laki-laki itu.

“Ehm, bagaimana kita bisa ada disini?” tanyaku ragu. Aku terlalu takut untuk berpikir bahwa dia telah melakukan sesuatu kepadaku. Sesuatu yang tidak senonoh, tapi sepertinya dia orang yang baik.

“Tadi kau pingsan saat kugendong, jadi kubawa kau kesini dan kuberikan …err…”dia menghentikan perkataannya. “Memberikan apa?”tanyaku dengan penuh rasa penasaran. “Mmmm, nafas buatan.”jawabnya seraya mengalihkan pandangannya dariku. Apa?

“hmm.. terima kasih.”kataku asal namun ucapan terima kasih itu datang dari lubuk hatiku yang terdalam. Ahh, aku harus segera pulang, eonni bisa murka padaku kalau aku tidak bangun besok untuk menemaninya ke konser..ugh. Seperti bulan lalu, kejadian itu terjadi ketika dia mengajakku ke Music Bank. Dia terus memaksaku ikut meski tau kalau aku tidak suka musik, aku benci musik! Aku benci artis-artis tidak jelas yang tiap hari dipuja-puja layaknya seorang dewa. Atau mungkin dia mengajakku hanya untuk menjadikan aku pesuruhnya, membawakan berbagai peralatannya untuk menonton konser. Hingga akhirnya dia menjambak rambutku dan mendorongku hingga terjatuh ke lantai kemudian menumpahkan seisi gelas soda. Hanya karena dia sedikit tersandung papan yang aku letakkan di sebelah kursinya. Itu bahkan bukan salahku! Dan pada saat itu aku menjadi artis sementara karena ditonton oleh para penonton Music Bank. HAHA, aku sudah biasa menjadi artis sementara seperti itu.

—–Key’s POV—–

“Dimana rumahmu? Aku akan mengantarkanmu sampai  kedepan rumahmu agar kejadian seperti tadi tidak terulang lagi.”ucapku seraya tersenyum tanpa memamerkan gigiku yang kinclong. Dia pun berjalan mendahului dan aku mengikutinya.

“Namamu siapa?” tanyaku, hanya sekedar berbasa-basi dan ingin tau. Karna sepertinya perempuan ini pendiam sekali.

“Yoorim, Lee yoorim.”jawabnya singkat tanpa menoleh ke arahku sedikitpun.

“Aku Kim Kibum.”ucapku tanpa ditanya. Ternyata rumahnya memang tidak terlalu jauh. Belum sempat aku bertanya lagi, dia sudah masuk ke pekarangan sebuah rumah. Rumah yang simple tapi asri dan mungkin nyaman untuk ditinggali. Dia masuk dan tersenyum sekilas sebelum menutup pintunya tanpa sempat aku membalas senyumnya. Dan tanpa kata terima kasih. Aneh!

Tiba-tiba aku teringat janjiku dengan Krystal, ahh.. Aku sudah telat satu jam, smoga saja dia masih di sana dan tidak marah padaku. Dia bilang ingin mengatakan sesuatu hal yang penting. Ku nyalakan iphone ku yang sedari tadi mati. Terlihat beberapa miss called list darinya. Akupun memacu lariku ke Coffee Shop tempat kami janjian. Sekitar 10 menit berlari, coffee shop itu sudah kelihatan.

“hossh..hossh..”aku mencoba mengatur nafasku karna aku akan menemuinya. Ya, menemui Krystal. Perempuan yang sangat spesial bagiku. Begitu masuk, kucari sosok perempuan tersebut. Tidak susah mencarinya karna hanya ada beberapa orang di sini. Aku berjalan 2 langkah, namun terhenti begitu melihat sosok lain yang sangat ku kenal. Lelaki itu memeluknya dan mendekatkan wajahnya ke arah Krystal! Dia menciumnya!

Kurasakan wajahku memanas, terbakar api cemburu. Hatiku sangat sakit. Seorang perempuan yang kukira akan menyatakan cintanya padaku hari ini ternyata malah ada di depanku, berciuman dengan laki-laki yang tidak lain dan tidak bukan adalah orang terdekatku di grup SHINee! Bisakah kau membayangkannya? Kuputuskan untuk pergi dari sana tanpa menyapa mereka. Tentu saja, bila aku menyapa mereka dan bergabung dengan mereka, aku hanya akan menjadi obat nyamuk di sana. Apa ini hal penting yang ingin disampaikannya?

~~~~~The End of Part 2~~~~~

Makin gaje yaw? wkwk. Sorry part 2 nya singkat banget :( Ada yang bisa nebak siapa cowok yg ciuman sama Krystal? ciiee cieieeee makin gaje nih yah FFnya -__- sebenernya rencana awalnya bukan gini, ini FF part 2 aku ralat 2 kali dan dengan jalan cerita yang berbeda. Sampai akhirnya aku lebih make jalan cerita yang ini :p jangan lupa comment yah ^^ Thanks udah baca dan please tinggalkan jejak kalo ada baca ini FF =D

Something makes you different(Part 1)

7 Comments

Genre : Romance

Main Cast : Lee YooRim (You) , Kim KiBum(Key) , Krystal, Kim JongHyun

Other Cast: Lee Aeri (Lee YooRim’s step sister) , SHINee’s members, F(x) members

PART 1

-—-Author’s POV—–

Malam ini langit sangat cerah. Bintang-bintang bersinar dengan terangnya. Namun berbeda dengan hati seorang gadis yang sedang duduk di balkon rumahnya. Wajahnya yang sedih menutupi kecantikannya. Sinar bulan purnama yang menyinari wajahnya tidak dapat membuatnya kembali bersinar seperti beberapa tahun yang lalu.

Ia menghela nafas, bangkit berdiri dan berjalan masuk menuju kamarnya. Satu-satunya tempat yang membuatnya nyaman. Ia naik ke kasurnya dan menyelimuti dirinya dengan selimut bergambar winnie the pooh kesayangannya. Ia mencoba untuk tidur. Berpuluh-puluh menit kemudian ia masih belum bisa tertidur. Diliriknya jam yang ada di meja samping kasurnya, sudah menunjukkan pukul 11.34.

—–YooRim’s POV—–

Mataku terpejam, tapi aku sungguh tidak bisa tidur. Beberapa saat kemudian perutku terasa sangat sakit, tepatnya di lambung. Maghku kambuh! Teringat olehku menu makan hari ini yang hanyalah sandwich. Aku terlalu sibuk bahkan untuk mengisi perutku sendiri. Apa yang aku butuhkan adalah obat. Dengan pelan aku bangkit dan beranjak dari kasurku. Ku tinggalkan ruangan yang bercat biru itu, yah warna kesukaanku. Dengan langkah yang terseok-seok aku menuruni setiap anak tangga. Setiap langkah membuat perutku semakin sakit. Lambungku terasa seperti ditusuk oleh jaram.

Kupercepat langkahku menuju dapur, membuka kotak P3K dan mencari-cari obat kaplet pil berwarna hijau di antara obat ibuku. Yah, obat ibuku memang banyak, dia menderita diabetes sehingga dia harus dengan rutin menyuntikkan cairan insulin ke dalam tubuhnya. Ku temukan kaplet itu, namun isinya kosong. Perutku semakin sakit, apa boleh buat? Akupun bergegas mengambil jaket dan mengenakannya. 

Ketika kubuka pintu depan rumah, suasana sungguh mencengkram. Hawa dingin serasa merayap kedalam tulangku. Aku benar-benar tidak habis pikir dengan cuaca sekarang. Tadi masih cerah dan sekarang langit telah menangis. Tidak bisa dipungkiri lagi, nasibku memang sial. Ku ambil payung yang tersandar di dinding dekat rak sepatu dan keluar rumah.

Aku berjalan ke arah timur, ke arah dimana terletak sebuah minimarket langgananku. Udara yang menusuk semakin membuat perutku sakit dan aku merasa mual. Demi apapun aku harus mendapatkan obatnya sesegera mungkin atau aku akan pingsan di jalan seperti yang terjadi bulan lalu. Hujan semakin lebat, terlihat minimarket di sebrang jalan. Kulihat kanan dan kiriku, memang sudah tidak terlalu ramai. Tapi tetap saja bila aku menyebrang tanpa berhati-hati akan terjadi sesuatu yang buruk. Yah, nasibku.

Setelah sampai keseberang jalan, aku mempercepat langkahku. Setelah beberapa langkah, ada 2 orang pemuda yang menghadang jalanku.

“Hei nona, sedang apa kau malam-malam begini? Tidak baik lho berjalan sendirian di tengah malam. Biar kami temani yah.” ucapnya seraya hendak memegang tanganku.

Aku mengelak dan berjalan tanpa menghiraukan mereka. Aku mencoba cuek, padahal aku sangat takut. Sangat takut. Tapi kemudian seseorang diantara mereka menarik tanganku dengan paksa. Aku mencoba melepaskan tanganku dari genggamannya, namun tenaganya terlalu kuat, apalagi perutku sedang sakit saat ini. Mereka menarik tanganku menjauh dari mini market yang tinggal beberapa langkah lagi akan kuinjakkan kakiku di sana.

“Lepaskan!” teriakku

“Nona, jangan galak-galak. Kami hanya ingin menemanimu saja malam ini. Kami tau kalau kau kesepian.” ucap pemuda yang satunya lagi.

“Hei, biar aku saja yang menemani kalian!” ucap seseorang yang langsung memukul wajah pemuda yang tidak memegang tanganku. Dia sangat cekatan seperti seorang preman. Tapi wajahnya tidak sangar, bahkan terlihat cantik. Ia mengenakan sweater selayaknya anak laki-laki biasa. Tapi dari tampangnya, dia seperti artis saja.

Hanya dengan beberapa pukulan dan hindaran, laki-laki tersebut berhasil membuat kedua pria tadi menyerah. Merekapun pergi menjauh sedangkan laki-laki itu mendekatiku.

“Kau tidak apa-apa?” tanyanya seraya memiringkan wajahnya untuk melihat wajahku yang tertunduk.

“Aku baik-baik saja.” ucapku cuek dan langsung berjalan ke arah minimarket. Aku sangat letih dan perutku sungguh sakit. 10 kali lipat dibandingkan tadi sebelum terjadinya hal tersebut. Beberapa langkah setelahnya, pandanganku kabur. Aku merasa seperti akan terjatuh, ya benar saja. Aku nyaris jatuh, dan ternyata laki-laki tersebut menangkapku dengan sigap.

‘Sepertinya kau sakit, apa perlu kubelikan obat? Kau merasa sakit dibagian mana?” tanyanya bertubi-tubi setelah sempat terbengong sesaat. Mungkin karna dia melihat wajahku yang sangat pucat ini.

—–Key’s POV—-

Perempuan ini sepertinya sedang sakit. Beruntung tadi aku belum berpaling darinya, dan masih sempat menangkapnya sebelum ia terjatuh. Wajahnya sungguh putih, pucat pasi. Namun itu tidak mengurangi kecantikannya, sungguh ia sangat cantik. Aku sempat terbengong karenanya. Buru-buru ku alihkan perhatian dengan menanyakan keadaannya.

“Perutku sakit sekali, aku sakit magh.” ucapnya lemah.

Aku mencoba membantunya berdiri tegak, namun sepertinya ia tidak mempunyai tenaga lagi. Refleks aku langsung menggendongnya memasuki mini market. Ternyata dia lumayan berat juga, tidak sepadan dengan tubuhnya yang kurus. Ku dudukkan dia di sebuah kursi di dekat pintu mini market. Sedangkan aku berlari untuk mencari obat magh di mini market tersebut. Setelah menemukan obat dan air mineral, aku membayarnya. Dan langsung menuju ke arah perempuan itu duduk. 

Ku bukakan tutup air botol mineral tersebut dan kusodorkan padanya. Ia dengan pelan memasukkan pil ke dalam mulutnya dan menelannya serta meminum air mineral itu. Ia memejamkan matanya. Apa yang dia perbuat?

Beberapa menit kemudian ia membuka kembali matanya, padahal aku sedang asyik melihat wajahnya. Sungguh wajah yang tidak membosankan. Matanya sedikit bercahaya sekarang.

“Gomawo.” ucapnya sambil tersenyum tipis, kyeopta.

“Emm.. eh, sama-sama.” kataku sambil membalas senyumnya.

“Rumahmu dimana? Aku rasa kau tidak bisa pulang dalam keadaan begini, aku akan mengantarmu.” sambungku

Ia terdiam, bukan terdiam. Tepatnya dia sedang memandangi mataku, mencoba melihat kedalam mataku. Ada apa dengannya? Tidak ada seorangpun yang menatapku seperti dirinya. Aku merasakan jantungku berdetak lebih kencang.

—–YooRim’s POV—–

Dia sungguh menawan. Mata dan alisnya lah yang membuatnya sangat menawan. Di tambah dengan giginya yang putih bersih, kulitnya yang halus dan rambut pirangnya. Matanya sangat indah, aku tidak pernah melihat mata seperti ini sebelumnya. Tiba-tiba aku tersadar dari lamunanku.

“Err, rumahku? Tidak jauh dari sini. Aku bisa pulang sendiri.” ucapku dan akupun bangkit berdiri. Mencoba untuk berjalan senormal mungkin agar dia tidak bersikeras mengantarku.

“Tidak, apa kau mau kejadian tadi terulang lagi. Ini sudah lewat tengah malam. Aku harus mengantarmu. Rumahmu dekat kan? Tunjukkan jalannya, sekarang naiklah kepunggungku, kau sepertinya sudah kehabisan tenaga.” 

Aku tidak bisa menolak lagi, aku merasakan sendiri tubuhku kehabisan tenaga dan kakiku lemas. Akupun naik ke punggungnya. Punggungnya hangat dan lebar. Sungguh punggung seorang pria.

~~~~~To Be Continue~~~~~

Nah, udah selese tuh. Sorry yah kalo agak gaje dan gak banyak ngomongnya. Please tinggalin comment yah ;) supaya aku tau gimana FF ku ini. Bagus, membosankan atau malah jelek :D Paling nggak mention aku deh di @KeyLovesMegga . Beri saran dan komentar yah :3 Makasihhhh <3

Immortal Song Masterpiece 2

Leave a comment

now Immortal Song Masterpiece 2 .

1)Yesung 688554 (43%)

2) Jonghyun 664,721 (41%)

aaaa, I wish Jonghyun could win ^^ sorry Yesung, I do like ur voice. really, but I am SHINee World :p

Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,107 other followers